Terkadang punya banyak afeksi yang kita rasakan tapi kita bingung untuk memilih afeksi atau rasa apa yang ada di dalam diri kita yang akan kita pakai. terkadang kita merasakan rasa cinta terhadap seseorang dengan tidak dikondisikan dan tidak di rencanakan. kita senang dengan orang tersebut dan senang menjalani hari-hari dengan orang tersebut tanpa harus berpikir beban yang akan dialami di luar sana. cinta itu indah, dapat menutup segalanya, dari mulai menutup mata seseorang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya banyak orang yang lebih baik dan lebih mencintai dia dibandingkan orang yang kita cintai sekarang karena orang tersebut bukan orang yang pantas dicintai untuk dimiliki. tapi, ada juga orang yang menutup hatinya hanya untuk seseorang yang dicintainya. orang itu rela menunggu orang tersebut demi memiliki orang tersebut walaupun orang yang dicintainya sudah mencintai orang lain. tapi itulah cinta.. itulah perasaan. perasaan memang tidak pernah salah. kita bisa bilang "kita salah mencintai orang" atau "kita mencintai orang yang salah" tidak ada perbedaan dengan kata tapi mungkin bagi sebagian individu terdapat perbedaan dalam mengartikan kata tersebut. tapi sekali lagi, cinta itu abstrak. berawal dari cinta, disitu kamu bisa belajar banyak hal, dari hal mengenai keikhlasan. disaat kamu sayang atau cinta dengan seseorang tapi orang yang kita cintai mencintai orang lain, disitu kamu harus mengikhlaskan seseorang itu. mungkin rasa sayang tidak pernah hilang, tapi hanya tidak bisa memiliki secara fisik. bukannya cinta itu tidak harus memiliki bukan? karena nantinya akan ada hal yang lebih indah yang datang dari Tuhan tanpa kita sadari, tanpa kita rencanakan dan juga tanpa kita duga. kita bisa belajar dari cinta, bukan hanya cinta kepada pasangan, tapi cinta kepada sahabat. sahabat yang setia itu ingin mendengarkan keluhan sahabatnya walaupun sebenarnya tidak ingin mendengarkan, tujuannya? karena sahabat tersebut tidak ingin melihat sahabatnya bersedih atau pun merasa kesusahan. sahabat itu tanpa pam
orang yang tidak baik bukan berarti tidak memberi pelajaran apa-apa tentang hidup. kamu boleh mengenal orang yang tidak baik, tapi kamu akan mendapatkan setitik pelajaran hidup dari orang tersebut yang akan kamu gunakan untuk hidupmu. dari banyak orang yang kamu kenal dalam hidupmu kamu banyak mengenal orang dan kamu ambil kebaikannya untuk kamu contoh lalu kamu membuang keburukannya supaya kamu tidak jatuh ke dalam keburukannya. setiap orang mempunyai pengendalian dirinya masing-masing. kamu bisa berencana dan mempunyai perasaan sesuatu dengan apa yang kamu rasakan, tapi kamu tidak bisa menentukan nasib kamu seperti apa. manusia mempunyai banyak afeksi yang dirasakan seperti, cinta, benci, senang, sedih, empati, simpati, dan lainnya. akan tetapi semua afeksi itu tergantung manusia itu menggunakannya dan dapat mengaturnya jika afeksi tersebut tidak sesuai dengan jiwa kita. sseperti kamu harus bisa mengatasi rasa benci kamu untuk tidak berkembang menjadi dendam dan kamu harus memaafkannya, kamu juga harus mengatasi rasa sedih karna kehilangan orang yang kamu cintai dengan cara melakukan hal yang biasa kamu lakukan tapi tidak menghasilkan sesuatu yang negatif, kamu juga harus mengatasi rasa afeksi kamu yang terkadang afeksi yang tidak dapat mengendalikan jiwa kamu seperti. "mood swing" dari rasa cinta yang banyak ragamnya yang pasti dirasakan oleh semua orang, hingga pengendalian diri yang harusnya semua orang mengalaminya juga. manusia memang tidak sempurna, tapi manusia juga mempunyai keinginan untuk melakukan yang terbaik di dunia. bersyukur dari sesuatu hal yang kecil lebih baik :)

